Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STIKES Karya Kesehatan merupakan unit strategis yang berperan dalam merencanakan, mengembangkan, mengendalikan, dan mengevaluasi sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan. LPM berkomitmen memastikan seluruh pelaksanaan tridarma perguruan tinggi berjalan sesuai standar nasional pendidikan tinggi serta mendukung terciptanya budaya mutu di lingkungan institusi.
Di bawah kepemimpinan Ketua LPM, Muh Syahwal, LPM aktif mendorong peningkatan kualitas akademik, tata kelola kelembagaan, layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui monitoring, evaluasi, audit mutu internal, serta pendampingan akreditasi program studi dan institusi. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, LPM STIKES Karya Kesehatan berupaya mewujudkan perguruan tinggi kesehatan yang BERKUALITAS, MUDAH DAN TERJANGKAU.

98,4% Mitra Nyatakan Sangat Puas - Bukti Nyata Komitmen Kampus dalam Kerjasama
Hasil survei kepuasan kerjasama terbaru menunjukkan capaian yang membanggakan. Dari total 31 mitra kerjasama yang memberikan penilaian, sebesar 98,4% menyatakan sangat puas terhadap kualitas kemitraan yang telah terjalin. Lebih membanggakan lagi, seluruh mitra — 100% — menyatakan bersedia untuk melanjutkan kerjasama.
Survei mencakup tujuh aspek penilaian, mulai dari respon mitra, keterlibatan pendampingan STIKES, implementasi kerjasama, komunikasi dan monitoring, hingga manfaat kerjasama. Hampir seluruh aspek meraih kepuasan penuh, dengan nilai terendah pun tetap berada di angka 93,5% untuk kategori sangat puas — angka yang mencerminkan konsistensi kualitas di setiap lini kemitraan.
Capaian ini bukan sekadar statistik. Angka-angka tersebut adalah cerminan kepercayaan yang diberikan para mitra, sekaligus tanggung jawab yang mendorong kampus untuk terus meningkatkan mutu layanan kolaborasi. Ke depan, hasil ini menjadi pijakan kuat untuk memperluas jaringan kemitraan dan memberikan dampak yang lebih nyata bagi dunia kesehatan dan masyarakat luas.

94,7% Mahasiswa Sangat Puas terhadap Layanan Akademik Kampus
Hasil analisis kepuasan layanan akademik mencatat capaian yang sangat positif. Secara keseluruhan, rata-rata 94,7% responden menyatakan sangat puas terhadap layanan yang diberikan oleh dosen, tenaga kependidikan (tendik), dan pengelola — dengan hanya 5,3% yang berada pada kategori puas.
Layanan dosen meraih tingkat kepuasan tertinggi, dengan 96,2% responden menyatakan sangat puas. Penilaian ini mencakup empat aspek utama yakni kehandalan, responsivitas, kepastian, dan kepedulian — seluruhnya mendapatkan skor tinggi dengan jumlah responden yang memilih "sangat puas" jauh melampaui kategori "puas".
Layanan tendik mencatat angka 94,2% sangat puas, sementara layanan pengelola berada di angka 93,7% sangat puas. Meskipun sedikit di bawah layanan dosen, keduanya tetap mencerminkan kualitas pelayanan yang konsisten dan memuaskan di seluruh lini unit kampus.
Capaian ini menjadi indikator penting bahwa ekosistem akademik kampus berjalan dengan baik. Ke depan, hasil survei ini akan menjadi acuan dalam upaya perbaikan berkelanjutan demi memberikan layanan terbaik bagi seluruh sivitas akademika.

Dosen dan Tenaga Kependidikan Raih Kepuasan Tinggi di Seluruh Aspek Layanan
Hasil evaluasi kepuasan dosen dan tenaga kependidikan (tendik) menunjukkan kinerja yang sangat memuaskan di semua dimensi yang dinilai. Secara global, 98% dosen menyatakan sangat puas terhadap layanan institusi, sementara tenaga kependidikan mencatat angka 95% sangat puas — keduanya merupakan capaian yang mencerminkan kualitas tata kelola kampus yang solid.
Penilaian mencakup lima aspek utama: pengembangan karir, kepemimpinan, sarana dan prasarana (sarpras), kesejahteraan, serta keamanan. Pada aspek keamanan, baik dosen maupun tendik memberikan nilai sempurna 100%. Aspek kepemimpinan dan pengembangan karir pun meraih nilai tinggi di kisaran 96–97%, menandakan kepercayaan yang kuat terhadap arah dan kebijakan institusi.
Profil kepuasan multi-aspek menunjukkan pola yang hampir seragam antara dosen dan tendik, dengan grafik radar yang saling berhimpitan di level tinggi pada semua dimensi. Ini mengindikasikan bahwa kepuasan bukan hanya tinggi secara rata-rata, tetapi juga merata dan konsisten di setiap aspek yang dievaluasi.
Di sisi lain, evaluasi juga mengidentifikasi sejumlah area yang masih perlu mendapat perhatian pada layanan tendik, khususnya pada item tanggapan atas kritik dan saran yang mencatat 14%, serta jaminan kesehatan dan jinan kerja di angka 7,1%. Temuan ini menjadi catatan penting bagi institusi untuk terus melakukan perbaikan demi meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh.

Lulusan Dinilai Kompeten dan Siap Kerja oleh Pengguna
Survei kepuasan pengguna lulusan terhadap tiga program studi — S1 Keperawatan, S1 Gizi, dan D3 Keperawatan — menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Penilaian mencakup lima kriteria utama: etika alumni, kesesuaian keahlian, kemampuan berkomunikasi, kemampuan bekerjasama, dan kepemimpinan.
Capaian paling menonjol terlihat pada aspek kesesuaian keahlian, di mana S1 Keperawatan dan S1 Gizi meraih nilai sempurna 100%, sementara D3 Keperawatan menyusul di angka 92,6%. Ini menunjukkan bahwa kurikulum yang diterapkan sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja di bidang kesehatan.
Pada aspek etika alumni, ketiga program studi juga meraih nilai tinggi, berkisar antara 95,0% hingga 97,2%. Demikian pula pada kemampuan berkomunikasi dan kemampuan bekerjasama, seluruh prodi konsisten berada di rentang 88,8% hingga 94,4% — angka yang mencerminkan karakter lulusan yang profesional dan mampu berkolaborasi dengan baik di lingkungan kerja.
Aspek kepemimpinan turut mendapat penilaian positif dengan S1 Gizi mencatat 93,3%, D3 Keperawatan 95,7%, dan S1 Keperawatan 93,8%. Secara keseluruhan, hasil survei ini mempertegas bahwa lulusan kampus tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi softskill yang diakui oleh para pengguna di lapangan.